counters

Cari Blog Ini

Sabtu, 22 Februari 2014

Persija Jakarta

Asal Usul Sejarah Persija Jakarta

Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di indonesia super liga.

Persija didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ).
VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan PSSI dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.

ASAL USUL SEJARAH PERSIJA JAKARTA
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra).
Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta).
Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.
Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.

Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar.
Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung).
Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO.
Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.
Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija.
Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa.
Inilah hasilnya:
Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951),
Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan
Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951).
Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta

PRESTASI
DI PERSERIKATAN
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan

Di LIGA INDONESIA
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar

Di LIGA SUPER INDONESIA
* Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
* Tahun 2010, Klasemen Sementara (tanggal 22 Oktober 2010) ke 3

Di PIALA INDONESIA
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3

Di Internasional
Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam

DAFTAR PELATIH PERSIJA JAKARTA
* Dari Indonesia Endang Witarsa
* Dari Indonesia Herry Kiswanto
* Dari Bulgaria Ivan Venkov Kolev
* Dari Argentina Garcia Carlos Cambon
* Dari Indonesia Ronny Pattinasarani
* Dari Indonesia Rahmad Darmawan
* Dari Moldova Serghei Dubrovin
* Dari Indonesia Sofyan Hadi
* Dari Indonesia Benny Dollo
* Dari Indonesia Rahmad Darmawan

Persija Jakarta Mempunyai Julukan "MACAN KEMAYORAN"
dan Mempunyai pendukung fanatik yang menamakan diri THE JAKMANIA
Persija Jakarta dahulu menempati Stadion Lebak Bulus, namun karena Tidak masuk kategori yang diharuskan, Persija akhirnya menempati Stadion Gelora Bung Karno.
read more

Persela Lamongan

Asal Usul Sejarah Persela Lamongan


PROFIL Persela Lamongan
Berikut profil lengkap Persela Lamongan:Yuslan Kisra
Nov 11, 2008 9:04:16 AM

Oleh Yuslan Kisra

Didirikan: 18 Maret 1968
Alamat: Jl Lamongrejo no. 1 Lamongan, Jawa Timur.
Telepon: (0322) 322448
Ketua Klub: Masfuk
Stadion: Surajaya, Lamongan

Sejarah Singkat

Persatuan Sepakbola Lamongan atau lebih dikenal dengan sebutan Persela Lamongan adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Lamongan, Jawa Timur. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi sepakbola paling bergengsi di tanah air.

Meski telah berdiri sejak 18 April 1967, Persela baru mulai menunjukkan eksistensinya setelah kompetisi sepakbola nasional memasuki era profesional. Itu pun setelah berjalan sembilan tahun, atau tepatnya pada musim 2003 silam.

Sebelumnya, tim ini hanya berkutat di level bawah, yakni divisi II dan divisi I. Namun semuanya berubah begitu sukses promosi ke divisi utama lewat partai playoff di Stadion Manahan, Solo, pada penghujung 2003. Sejak saat itu, Pesela terus unjuk kemampuan hingga akhirnya menembus Superliga, kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini.

Kiprah Di Superliga

Sebagai pendatang baru di jajaran elit sepakbola nasional tidak membuat Persela minder. Tim ini bahkan mampu terus unjuk kebolehan dan mensejajarkan diri dengan tim papan atas lainnya. Itu ditandai dengan prestasi yang mereka torehkan di putaran pertama Superliga 2008/09.

Dari 17 pertandingan yang dilakoni, Persela sukses membukukan 30 poin dan menempati papan atas di peringkat keenam klasemen sementara. Hasil dari sembilan kali menang, tiga kali seri, dan lima kali kalah.

Satu prestasi yang terbilang lumayan, karena mampu mengalahkan perolehan poin dari tim bertabur bintang seperti Persik Kediri, Arema Malang, bahkan tim yang memiliki sejarah cukup kuat di pentas sepakbola nasional, PSM Makassar.

Peluang Juara

Melihat hasil yang dicapai di putaran pertama, tak salah memang jika Persela masuk salah satu tim yang diunggulkan untuk juara. Sebab tim ini hanya terpaut sembilan poin dari Persipura Jayapura yang sukses menempati posisi pertama klasemen sementara. Hanya saja peluang untuk merebut mahkota juara itu cukup berat.

Maklum saja karena Persela harus bersaing dengan sejumlah klub yang dihuni sederet pemain bintang. Sebut saja Persipura Jayapura, Persija Jakarta, Sriwijaya Football Club (SFC), dan lainnya. Terlebih jika manajemen tidak melakukan penambahan amunisi di putaran kedua. Terutama di sektor depannya.

Hal itu karena di putaran pertama lalu, Persela hanya mampu menggelontorkan 23 gol dari 17 pertandingan. Masih sangat minim jika dibandingkan dengan torehan gol yang dibukukan beberapa tim papan atas lainnya, yang mampu mencetak di atas 35 gol.

Selain itu, sektor pertahanan juga perlu mendapat perhatian, meski pada putaran pertama mereka mampu tampil luar biasa dan hanya kebobolan 16 gol. Maklum saja karena tim lawan dipastikan melakukan pembenahan, sehingga amunisi lini belakang Persela pun harus ditambah agar bisa lebih kokoh.

Prestasi

Liga Indonesia

1994/95: Divisi II
1995/96: Divisi II
1996/97: Divisi II
1997/98: Kompetisi Terhenti
1998/99: Divisi II
1999/00: Divisi II
2001: Divisi II (Promosi ke Divisi I)
2002: Peringkat ke-3 Grup 2 Divisi I
2003: Promosi ke Divisi Utama
2004: Peringkat ke-12
2005: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
2006: Peringkat ke-6 Wilayah Timur
2007: Peringkat ke-6 Wilayah Barat (Promosi Superliga)

Suporter setia PERSELA Lamongan merayakan ultahnya yang ke-9 kemarin tanggal 28 Januari 2010, acara dilaksanakan secara sederhana di kantor sekertariat LA Mania.
read more

Persipura Jayapura

Asal Usul Sejarah Persipura Jayapura

Berdiri: 1950 / 1963
Alamat: Jl. Balai Kota No.1 Indonesia
Telepon: +62 (0) 967 583742 / 523234
Faksimile: +62 (0) 967 583742
WEbsite: PERSIPURA
Ketua: Drs. MR. Kambu, M.Si
Direktur: Rudy Maswi
Stadion: Mandala

Sejarah Singkat
Persatuan Sepakbola Indonesia Jayapura atau disingkat Persipura Jayapura, adalah sebuah klub sepakbola profesional Indonesia yang bermarkas di Jayapura, Papua.
Saat ini tim berjuluk "Mutiara Hitam" merupakan salah satu kontestan papan atas Superliga.

Karena Stadion Mandala Jayapura yang menjadi kandangnya sedang direnovasi, tim kebanggaan warga Papua ini terpaksa harus mengungsi ke Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, hingga selesainya venue mereka tersebut diperbaiki dan siap digunakan.

Meski telah cukup lama berdiri, prestasi tim asal Papua ini baru mulai terlihat di era sepakbola semi-profesional.
Tepatnya setelah tampil sebagai juara Liga Indonesia 2005.
Maklum saja karena di era Perserikatan, Persipura hanya mampu menjadi runner-up pada musim 1980.

Kala itu Persipura dikalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1, di laga pamungkas yang berlangsung cukup dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang kemudian tampil menjadi juara.
Setelah itu prestasi Persipura terus melorot, hingga terlempar ke Divisi Satu.

Memang di level tingkat dua sepakbola nasional kala itu Persipura tampil dua kali juara pada musim 1979 dan 1994.
Namun tetap saja hal itu tidak mampu menujukkan eksistensi mereka di pentas sepakbola nasional, hingga akhirnya tampil sebagai juara Divisi Utama.

Memasuki era sepakbola profesional dengan digulirkannya Superliga pada musim perdana 2008/09, tim asal Papua ini menunjukkan penampilan luar biasa untuk merebut gelar juara.
Itu seiring dengan semakin membaiknya penampilan beberapa pemain lokal binaan Mutiara Hitam, ditunjang kehadiran pemain asing berkualitas.

Bisa ditebak, skuad yang saat ini dipimpin pelatih Jacksen F Tiago asal Brasil bisa terus melaju dan kembali merebut titel yang hilang pada musim 2009/10 lalu.

Catatan Prestasi
Divisi & Perserikatan
1978/79: Juara Divisi Satu (promosi ke Perserikatan)
1980: Runner-up Perserikatan
1993/94: Juara Divisi Satu (promosi ke Liga Indonesia)

Liga Indonesia
1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
1995/96: Semi-Final
1996/97: 12 Besar
1998/99: Peringkat ke-4 Wilayah Timur
1999/20: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
2001: Peringkat ke-7 Wilayah Timur
2002: Delapan Besar
2003: Peringkat ke-5
2004: Peringkat ke-13
2005: Juara
2006: Peringkat ke-9 Wilayah Timur
2007: Semi-Final

Liga Super Indonesia
2008/09: Juara
2009/10: Runner-up

Piala Indonesia
2005: 16 Besar
2006: Runner-up
2007: Runner-up
2008/09: Runner-up
2009/10: Semi-Final

Gelar Lain
2009: Juara Community Shield
2009: Juara Piala Keraton
2010: Babak Grup Liga Champions AFC
read more

JAF Jeruklegi

Asal Usul Sejarah JAF Jeruklegi

Sejarah Singkat namun tak sesingkat Sejarahnya :
Persatuan Sepakbola Se Jeruklegi..
Disingkat menjadi JAF atau Jeruklegi Association Football..

Sekitar tahun 2000 Jeruklegi mengalami demam bola,,
karena jeruklegi sendiri belum mempunyai klub resmi, jeruklegi hanya memakai nama tim yaitu Jeruklegi saja..

Menginjak tahun 2001..
para pecinta bola jeruklegi ingin membentuk sebuah organisasi yang bisa eksis dan bisa membawa nama Jeruklegi dikancah persepakbolaan Cilacap khususnya dan Dunia inginnya..


Tepatnya tanggal 24 Oktober 2001
Eko Yuli atau biasa dipanggil Mr. Ly bersama Arif biasa dipanggil Om Del, Arif biasa dipanggil Ai, Budi Santoso biasa dipanggil Jeepy, tentunya para pecinta maupun pemain bola berkumpul untuk membentuk sebuah organisasi yang formal atau resmi.

Dengan semangat serta Daya Juang yang tinggi akhirnya pada tanggal 24 Oktober 2001 JAF Resmi berdiri.
Pembentukan Organisasi  Saat itu dilaksanakan di Jalan Apel sekaligus menjadi tempat Official JAF.

Berikut Susunan Organisasi pada Saat itu :
Pelatih : Mr Ly
Ass. Pelatih : Ai
Medis : Andri
Manager Tim : Mr Ly

Susunan Pemain Saat itu :
Striker : Jeepy
Striker : Om Del
Striker : Ari
Tengah : Andreas
Tengah : Sigit
Tengah : Feri
Tengah : Thimous
Tengah : Puthu
Bek : Aris
Bek : Sipur
Bek : Agung
Bek : Turiman
Bek : Rahang
Kiper : Santoso
Kiper : Ika

Sekitar Tahun 2005 JAF sempat Vakum, namun bukan Vakum untuk bermain bola, namun kepengurusan yang kurang terorganisir..
Akhirnya Pelatih sekaligus Manager serta Pendiri Mr Ly digantikan oleh Om Del..

Hingga Tahun 2008 Om Del melatih JAF, berkali kali pula perombakan Tim terjadi..
Perginya Om Del di tahun 2008 membuat JAF kembali vakum kepengurusan,,
hingga akhirnya pada tahun 2010 JAF diasuh Mr Paimo sampai pertengahan 2011.

Sempat pada Pertengahan 2011 JAF mengalami kekisruha dalam Susunan Organisasi..
Karena banyak pihak - pihak yang mungkin akan mengakuisi JAF dengan mengganti nama menjadi PSJW (persatuan Sepakbola Jeruklegi Wetan)..
Namun dengan perjuangan serta kekompakan Anak - anak JAF yang dikomandoi oleh Jeepy, akhirnya rencana penggantian nama pun tak terlaksana..

dan pada 15 Agustus 2011,
JAF kembali membentuk Susunan Organisasi yang baru.
Berikut Susunan Organisasi JAF yang baru :
Pelatih : Aji Jibret
Ass. Pelatih : Andar + Owan pimpim
Medis : Andri + Momo
Manager : Mr. Muslimin

Sususan Organisasi 2012/2013
Pelindung : Bpk. Muslimin
Ketua Umum : Suwandi
Ketua : Supriyono
Wakil Ketua : Budi Purnomo (jeepy)
Sekretaris : Wawan K
Bendahara : Feri Mujiono
Seksi Perlengkapan : Afri & Tedi
Medis : Bpk. Rasman
Wasit 1 : Wawan K
Wasit 2 : Samingan
Wasit 3 : Kasno
Pelatih Kepala : Paimo
Pelatih : Wawan K

Berikut Susunan Pemain JAF 2012/2013 :
Striker : Jeepy
Striker : Nurul
Striker : Ipunk
Striker : Didin
Striker : Fani
Striker : Jimmy
Striker : Joko
Striker : Affan

Tengah : Feri Berger
Tengah : Dimas
Tengah : Andi
Tengah : Tedi Tejo
Tengah : Bagus
Tengah : Trio
Tengah : Didit
Tengah : Zaldo
Tengah : Towo

Bek : Turiman
Bek : Eko
Bek : Sugih
Bek : Eka
Bek : Supri
Bek : Yuda
Bek : Agus
Bek : Afri
Bek : Agung

Kiper : Feri
Kiper : Dhika
Kiper : Jasmin

Berikut Susunan Pemain JAF 2013/2014 :
Striker : Jeepy

Striker : Ipunk
Striker : Didin



Striker : Affan
Striker : Sandon Wahyu

Tengah : Feri Berger

Tengah : Andi
Tengah : Tedi Tejo
Tengah : Didit
Tengah : Fendi
Tengah : Eris

Bek : Yuda
Bek : Fani
Bek : Bagus
Bek : Amin
Bek : Wiwit
Bek : Feri
Bek : ther Cek
Bek : Safed

Kiper : Gilang
Kiper : Dhika
Kiper : Royo

PRESTASI
* Juara II TATTO EDI CUP Tahun 2012
* 8 Besar DIVISI II PSCS CILACAP tahun 2012
* Promosi DIVISI I PSCS CILACAP tahun 2012
* Bertahan di DIVISI I PSCS CILACAP tahun 2013

Biodata JAF :
Berdiri : 24 Oktober 2001
Alamat : Jl. Salak Jeruklegi Wetan
Telepon : 0856-54584905
Stadion : Lapangan Jeruklegi Wetan
Grup di Facebook : JAF Group
Halaman / PAge di Facebook : JAF Page
Foto - Foto Bisa dilihat di : JAF Photo
read more

PSCS Cilacap

Asal Usul Sejarah PSCS Cilacap


Persatuan Sepak bola Cilacap dan Sekitarnya (biasa disingkat: PSCS Cilacap)
merupakan sebuah tim sepak bola yang berbasis di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia.
Tim ini memiliki julukan sebagai tim Laskar Nusakambangan atau LANUS.

Stadion utama mereka adalah Stadion Wijayakusuma.

PSCS sendiri berdiri tanggal 01 Januari 1970.
awalnya PSCS sendiri merupakan sebuah tim biasa saja alias tim tarkam.
yang dibentuk oleh sekumpulan anak - anak dari Perkereta apian yang gemar akan sepakbola..
hingga akhirnya, pemerintah kabupaten cilacap meilirik tim tersebut.
lalu dibentuklah badan resmi pada tanggal 1 Januari 1970.
dan terbentuklah tim PSCS Cilacap.

Untuk saat ini,
PSCS masih mengikuti Liga profesional di Indonesia.
Karena kekisruhan yang terjadi dalam badan liga di Indonesia..
PSCS untuk tahun 2011/2012 ikut dalam Liga Profesional yang memiliki nama Liga Premier Indonesia.

Prestasi PSCS Cilacap :
tahun 2009/2010 : Peringkat 3 Divisi 2 utama
tahun 2010/2011 : Promosi Divisi Utama
tahun 2011/2012 : Divisi Utama

Daftar Pemain PSCS Cilacap untuk periode 2011/2012:
Handoyo
Subekti
Wendra kanasta
Rizky setiawan
Dedean Surdani
Mahop Mahove Guy
Eka WIjayanto
Julia Mardianus
Dody Dwi Haryono
Taryono
Mohamad Isa
Arin Kusmanto
Nanang Hendrawan
Fery Haryadi
Tri Apmadi
Sandi
Reza dini
Saeful bahri
Lee Su Hyong
Roger Batoum

Pelatih ; jessie mustamu
assisten pelatih ; Muhamad yahya
pelatih kiper ; Dadang
Manager : Bambang Nugroho

Kustom Kandang PSCS Cilacap 2011/2012 ; Biru Putih
Kustom Tandang PSCS Cilacap 2011/2012 ; Merah putih

Profil PSCS Cilacap.
Alamat official : Jl. Jend. Sudirman no. 32
Telephone : (0282)532025
Stadion : Wijaya Kusuma Cilacap
suporter : Laskar Nusakambangan
WEbsite Resmi : Website PSCS
read more

Arema Indonesia

Asal Usul Sejarah Arema Indonesia

ASAL USUL SEJARAH AREMA INDONESIA
Nama Arema Pada Masa Kerajaan
Nama Arema adalah legenda Malang.
Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut,
yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara.
Prestasi Kebo Arema gilang gemilang.
Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat.
Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.
Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara.
Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi.
Kemudian bisa menguasai Selat Malaka.
Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam.
Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema Di dekade 80'an
Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema.
Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema.
Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang.
Arema adalah akronim dari Arek Malang.
Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang.
Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga.
Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya.
Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

ASAL USUL BERDIRINYA AREMA
(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya)
lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang.
Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang.
Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton.
Dimana posisi Arema waktu itu?
Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola.
Ia masih jadi sebuah “utopia”.

Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78.
Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu.
“Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan.
Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama.
“You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.

Beberapa hari setelah itu,
Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal–
mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya.
“Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya.
Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama.
“Saya hanya punya pemain,” ujarnya.
Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.

Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola,
maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat
"sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?"
Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang.
Temanya
"Klub Galatama dan Kota Malang",
dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama),
dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA.
Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm).
Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar:
Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema.
Namun nama itu tidak bisa langgeng.
Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86.
Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.

Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive.
Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58.
“Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.

Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul.
"Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan.
Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang.

PERJALANAN AREMA
PERJALANAN AREMA DI GALATAMA
Di awal keikut sertaan di Kompetisi Galatama Ovan Tobing dan Lucky Acub Zaenal mulai bekerja keras mengurus segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning.
Bahkan,gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.
Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra Surabaya), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut.
Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.

Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain.
Beruntung, Lanud Bandar Udara Abdul Rachman Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI AU untuk tempat penampungan pemain.
Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih.
Praktis Maryanto dkk ditampung di barak.
“TNI-AU memberikan andil yang besar pada Arema,” papar Ovan.

Sempat ada kendala, yakni masalah dana –masalah utama yang kelak terus membelit Arema.
“Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai,” jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda.
Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.

Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama.
Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M Basri,
Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Perjalanan ARema DI LIgina (Liga Indonesia)
Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat sudah 7 kali masuk putaran kedua.
Sekali ke babak 12 besar (1996/97) dan enam kali masuk 8 besar( 1999/00, 2001, 2002, 2005, 2006,& 2007).
Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana.
Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti.
Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim.
Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003 meskipun pada akhirnya Arema terdegradasi ke Divisi I.
Sejak kepemilikan Arema dipegang oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat; 2004 juara Divisi I, 2005, dan 2006 juara Copa Indonesia, 2007 juara Piala Soeratin LRN U-18.
Pada tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapatkan penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim terbaik dan Pelatih terbaik.

Perjalanan Arema Di Liga Super Indonesia
Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10.
Dua bulan Setelah kompetisi usai tepatnya 3 Agustus 2009 di Hotel Santika Malang pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke kumpulan orang-orang peduli terhadap Arema (konsorsium).
Pelepasan Arema ini adalah dampak dari penjualan saham mayoritas PT Bentoel Investama, Tbk. ke British American Tobacco.
Sebelumnya ada wacana untuk menggabungkan Arema dengan Persema Malang menjadi satu, namun ditolak oleh Aremania.
Arema pada musim kompetisi 2009-10 yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts meraih gelar Juara Liga Super Indonesia dan Runner-up Piala Indonesia.

Prestasi Yang Diraih ARema sampai Tahun 2010
* Piala GALATAMA
Runner up (1 kali ): tahun 1992
* GALATAMA
Juara (1 kali ): 1992/93
* Divisi Satu
Juara (1 kali ):tahun 2004
* Piala Indonesia
Juara (2 kali): 2005, 2006
Runner up (1 kali): 2010
* Liga Super Indonesia
Juara (1 kali): 2009/2010
* Piala Gubernur
Runner up (1 kali): 2008
* Piala Soeratin U-18
Juara (1 kali): 2007

Penghargaan
*Tabloid Bola Best Team Award (2 Kali): 2006, 2007

PARTISIPASI DALAM LIGA DI INDONESIA
GALATAMA
Tahun 1987/88, urutan akhir diposisi 6 (14 tim)
Tahun 1988/89, urutan akhir diposisi 8 (18 tim), Top skorer Mecky Tata (18 Gol)
Tahun 1990, Urutan akhir diposisi 4 (18 tim)
Tahun 1991/92, urutan akhir diposisi 4 (20 tim), Top Skorer SInggih Pitono (21 Gol)
Tahun 1992/93, Juara 1 (17 Tim), top SKorer Singgih Pitono (16 Gol)
Tahun 1993/94, urutan 6 (Babak Penyisihan) 17 tim dibagi menjadi 2 grup

Liga Indonesia
Liga Dunhill tahun 1994/95, berakhir dibabak penyisihan (urutan 6 dari 17 Tim)
Liga Dunhill tahun 1995/96, berakhir dibabak penyisihan (urutan 12 dari 16 Tim)
Liga Kansas tahun 1996/97, berakhir dibabak 12 Besar
Ligina tahun 1997/98, DIhentikan karena Kerusuhan
Ligina tahun 1998/99, Berakhir di babak Penyisihan (urutan 3 dari 6 tim)
Liga Bank Mandiri tahun 1999/00, Berakhir di babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri tahun 2001, Berakhir di babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri tahun 2002, Berakhir di babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri tahun 2003, Berakhir di urutan 19 (22 tim) terdegradasi ke DIvisi 1
Liga PErtamina Divisi 1 tahun 2004, Juara 1 dan Masuk kembali ke liga Indonesia
Liga Djarum tahun 2005, Berakhir di babak 8 besar
Liga Djarum tahun 2006, Berakhir di babak 8 besar
Liga Djarum tahun 2007, Berakhir di babak 8 besar

Liga Super Indonesia
Tahun 2008/09, Berakhir di urutan 10
Tahun 2009/10, Juara 1
Tahun 2010/11, .....?

Liga Champions ASIA
* Kejuaraan Klub Asia 1993–94 (tidak lolos ke babak 6 besar setelah kalah agregat 3-6 dari Thai Farmers Bank Thailand)
* Liga Champions AFC 2006 (dicoret karena PSSI lalai mendaftarkan peserta AFC Champions League)
* Liga Champions AFC 2007 (gagal lolos dari babak penyisihan karena hanya menempati urutan ke-3)
* Liga Champions AFC 2011

DAFTAR PELATIH AREMA
1. Sinyo Aliandoe , dari Indonesia, melatih dari tahun 1987 - 1989
2. Andi M Teguh (Alm.) , dari Indonesia, melatih dari tahun 1989 - 1992
3. M BAsri , dari Indonesia, melatih dari tahun 1992-1993, 2000
4. Gusnul Yakin , dari Indonesia, melatih dari tahun 1993-1994, 1995-1996,1997-1998, 2003, 2008-2009
5. Halilintar Gunawan , dari Indonesia, melatih dari tahun 1994 - 1995
6. Suharno , dari Indonesia, melatih dari tahun 1996 - 1997
7. Hamid Asnan (Alm.) , dari Indonesia, melatih dari tahun 1998
8. Winarto , dari Indonesia, melatih dari tahun 1998 - 1999
9. Daniel Rukito , dari Indonesia, melatih dari tahun 2001-2002
10. Terry Weton , dari Australia, melatih dari tahun 2003
11. Henk Wullems , dari Belanda, melatih dari tahun 2003
12. Benny Dollo , dari Indonesia, melatih dari tahun 2004-2006
13. Miroslav Janu , dari Ceko, melatih dari tahun 2006-2007
14. Bambang Nurdiansyah , dari Indonesia, melatih dari tahun 2008
15. Robert Rene ALberts , dari Belanda, melatih dari tahun 2009-2010
16. Miroslav Janu , dari Ceko, melatih dari tahun 2010 - ...?

Arema Malang Menempati Stadion Kanjuruhan Malang
Arema Mempunyai Julukan Singo Edan
Mempunyai Fanatik Suporter yaitu Aremania dan Aremanita (untuk suporter wanita)
Kantor Sekretariat PT Arema Indonesia
Jl Sultan Agung 9 Malang
Tlp (0341) 331462, 358444
Fax (0341) 358444
Email : pt_aremaindonesia@aremafc.com
Website : AREMA
read more

Persisam Putra Samarinda

Asal Usul Sejarah Persisam Putra Samarinda

Asal Usul Sejarah Persisam Putra Samarinda
Berdiri: 1988
Alamat: Jl. Kusuma Bangsa Kompleks Stadion Segiri Samarinda Pintu VIP Utama Lorong Utama Room 2 Indonesia
Telepon: +62 (541) 735 468
Faksimile: +62 (541) 741 857
Surat Elektronik: crew.persisam@gmail.com
Laman Resmi: http://www.pusamania.org
Ketua: Drs. H Achmad Amins, MM
Direktur: H. Harbiansyah Hanafiah
Stadion: Segiri & Palaran
Suporter : Pusamania

Asal Usul Sejarah Singkat
Persisam Putra Samarinda adalah sebuah klub sepakbola profesional yang bermarkas di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
Klub ini merupakan hasil penggabungan dua klub sepakbola,
yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Samarinda (Persisam) yang merupakan eks tim Perserikatan, dan Putra Samarinda (Pusam) dari Galatama.

Kiprah kedua tim satu kota dengan beda pengelolaan (Persisam didanai Pemkot Samarinda sedangkan Pusam pihak swasta) di kancah sepakbola nasional terbilang lumayan.
Terlebih Pusam saat berlaga di Galatama karena mendapat sokongan dana dari pengusaha lokal.
Sayang sejak kompetisi semi-profesional ini dilebur dengan Perserikatan dan menjadi Liga Indonesia, tim ini pun mati suri.
Sedangkan Persisam yang didanai APBD Kota Samarinda, masih bisa terus eksis.
Hanya saja, prestasi tim ini sempat melempem hingga akhirnya terlempar ke divisi dua pada musim 2002/2003.

Barulah pada dua musim berikutnya, tim ini kembali bangkit.
Terlebih setelah melakukan penggabungan dengan Pusam dan menjadi Persisam Putra Samarinda.
Proses merger ini memang berbuah manis.
Prestasi tim berjuluk "Elang Borneo" kembali melejit. Masuk empat besar divisi dua pada musim 2005 dan promosi ke divisi satu, tim ini hanya dua musim di level kedua dan menembus divisi utama musim 2007, kasta tertinggi kala itu, dengan menempati peringkat ketiga klasemen akhir.
Hebatnya, sebagai tim promosi di divisi utama tidak membuat prestasi tim ini terhenti.
Tampil konsisten sepanjang musim mengantarkan mereka menjuarai divisi utama dan mengantongi tiket promosi ke Superliga 2009/10, kompetisi profesional yang merupakan kasta tertinggi sepakbola nasional saat ini.

Di musim 2010/11, Persisam membuktikan sebagai tim yang bisa berbicara banyak di Superliga Indonesia.
Mereka bahkan finis di peringkat keenam. Pada musim 2011/12, sejumlah pemain bintang didatangkan, di antaranya Cristian Gonzales dan Eka Ramdani dari Persib Bandung.
Di tengah dualisme kompetisi di sepakbola nasional di musim 2011/12, Persisam tetap mengikuti Superliga Indonesia di bawah penyelenggaraan PT. Liga Indonesia.
Dan hasilnya Persisam melorot 5 tingkat dari kompetisi tahun sebelumnya dengan berada di peringkat ke-11

PRESTASI
1994/95: Divisi utama 1
995/96: Babak 8 Besar divisi utama
1996/97: Peringkat ke-5 wilayah Timur
1997/98: Peringkat ke-4 wilayah Timur
1998/99: Kompetisi dihentikan
1999/00: Peringkat ke-12 wilayah Timur (degradasi ke divisi satu)
2001/02: Papan tengah divisi satu
2002/03: Papan bawah divisi satu (degradasi ke divisi dua)
2004: Babak delapan besar divisi dua
2005: Empat besar divisi dua (promosi ke divisi satu)
2006: Peringkat ke-7 divisi satu
2007: Peringkat ke-3 divisi satu (promosi ke divisi utama)
2008/09: Juara divisi utama (promosi ke Superliga)
2009/10: Peringkat ke-12 Indonesia Super League
2009/10: Babak 16 Besar Piala Indonesia
2010 2010/11: Papan atas Isl Peringkat 6
2011/12: Runner Up Inter Island Cup 2011 
read more

PSMS Medan

Asal usul sejarah PSMS MEDAN

Berdiri: 1950
Alamat: Komplek Dr. T.D. Pardede, Jl. Binjai Km 10,8 Indonesia
Telepon: +62 (0) 61 847 7795
Faksimile: +62 (0) 61 847 7795
Ketua: Dzulmi Eldin
Direktur: Idris SE
Stadion: Teladan

Asal Usul Sejarah PSMS MEDAN Secara Singkat
Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatera Utara.
PSMS Medan saat ini bermain di Liga Super Indonesia Liga Indonesia.

PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950.
Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS.
Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya.
Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas.
Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini.
Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 2,5 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.

PERPECAHAN DUA KUBU
PSMS Liga Super Indonesia & PSMS Liga Prima Indonesia mengawali musim baru 2011
kekacauan terjadi di Manajemen PSSI yang turut mempengaruhi keikutsertaan PSMS di liga indonesia.
Terpecahnya kompetisi di indonesia menjadi dua yaitu Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia membuat manajemen PSMS ikut membagi dua tim untuk mengikuti kedua kompetisi ini.

PSSI yang mengusung Liga Prima Indonesia mengikutsertakan PSMS Medan sebagai salah satu anggota tim Liga Prima Indonesia karena dianggap sebagai tim yang memiliki sejarah kuat dalam sepakbola indonesia.
Sementara PT. LIGA INDONESIA memilih PSMS sebagai satu dari empat tim pengganti setelah Persiraja Banda Aceh, Persijap Jepara, Semen Padang FC, dan Persiba Bantul memilih mengikuti Liga Prima Indonesia.

PSMS Medan dipersiapkan untuk mengikuti Liga Super Indonesia sementara PSMS IPL dipersiapkan untuk mengikuti Liga Primer Indonesia bersama tiga tim pengganti lainnya yaitu Gresik United, Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro.

PSMS di bawah kendali Idris tetal ikut di Indonesia Super League (ISL),
sementara PSMS di bawah kendali Freddy Hutabarat ikut di Indonesia Premier League (IPL).

SUPORTER
 PSMS Medan memiliki kelompok pendukung yang bernama "SMeCK Hooligan" (Supporter Medan Cinta Kinantan Hooligan) yang terbentuk pada 30 September 2003.
Selain itu ada juga PSMS Medan Fans Club (PFC) yang selain mendukung PSMS di Stadion Teladan Medan, mereka juga ikut memberikan dukungan kepada tim yang terbentuk 30 April 1950 itu kala bertandang ke Pulau Jawa.
Kampak FC juga merupakan salah satu klub suporter pendukung pertama yang dimiliki PSMS Medan, meski kini dengan massa yang paling sedikit. 

PRESTASI
PRESTASI DI PERSERIKATAN
1954 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1957 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
1967 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
1971 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
1975 - Juara bersama, dengan Persija Jakarta
1983 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
1985 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
1992 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang

PRESTASI DI LIGA INDONESIA
1994/1995 - Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat
1995/1996 - Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat
1996/1997 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah
1997/1998 - Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan)
1998/1999 - Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak 10 Besar)
1999/2000 - Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat)
2001 - Semifinalis Divisi Utama (Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak 8 Besar)
2002 - Peringkat ke-11 Divisi Utama (Degradasi)
2003 - Divisi Satu, Peringkat ke-2 (Juara Grup A)
2004 - Peringkat ke-7 Divisi Utama
2005 - Peringkat ke-4 Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat, Peringkat ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar)
2006 - Peringkat ke-5 Wilayah Satu
2007 - Runner-up
2008 - degardasi ke divisi utama
2010 - Masuk 8 Besar Divisi Utama (sehingga masuk ke Liga Super)
2011/2012 - Kembali terdegradasi ke Divisi Utama (PSMS ISL dan PSMS IPL) 2005 - Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe

PRESTASI LAIN
2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos II (14 Februari 2005), di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1.
2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos III (17 Desember 2005), di final mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
2006 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos IV(16 Desember 2006), di final mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu pinalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.
2008 - Babak 16 Besar AFC Cup
read more

Mitra Kukar

Asal Usul Sejarah Mitra Kukar

Mitra Kutai Kartanegara (disingkat: Mitra Kukar) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Klub ini memiliki julukan sebagai Barisan Kuat dan Kekar dan Naga Mekes, sementara kelompok pendukungnya bernama Mit-Man (Mitra Mania).
Seluruh pertandingan kandang Mitra Kukar dimainkan di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang

ASAL USUL SEJARAH MITRA KUKAR
Cikal bakal Mitra Kukar adalah klub Niac Mitra asal Surabaya yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Mitra Surabaya.
Ketika Mitra Surabaya terdegradasi ke Divisi Satu Liga Indonesia pada tahun 1999, klub ini dibeli pemilik Barito Putra dari Banjarmasin yakni H. Sulaiman HB dan pindah markas ke ibu kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya.
Sejak itu Mitra Surabaya berganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra (MKP).

Pada tahun 2001, Mitra Kalteng Putra degradasi ke Divisi Dua Liga Indonesia.
Kesulitan keuangan yang dialami Mitra Kalteng Putra dalam menjalani roda kompetisi akhirnya membuat klub ini kembali pindah markas ke Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2003 dengan status dipinjamkan.
Mitra Kalteng Putra kemudian berganti nama lagi menjadi Mitra Kukar saat menjalani kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia musim 2003 hingga sukses menapak ke kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia pada musim 2004.
Status Mitra Kukar secara resmi menjadi milik Kutai Kartanegara setelah klub ini dibeli dari H. Sulaiman HB dengan harga Rp. 1,5 milyar pada tahun 2005.

Di musim 2007, Mitra Kukar berhasil lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2008 setelah sukses menduduki posisi sebagai juara Grup IV sekaligus melaju babak semifinal Divisi Satu Liga Indonesia musim 2007. Namun, Mitra Kukar gagal melangkah ke babak final setelah kalah dari Persikad Depok melalui adu penalti.
Mitra Kukar untuk pertama kalinya mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim 2008. Setelah 3 tahun berlaga di Divisi Utama, Mitra Kukar akhirnya menembus kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2011/2012 setelah meraih predikat Juara III Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
 
SKUAD MITRA KUKAR 2011/2012
No. Pos. Nama
1 GK Amin Syarifudin
34 GK Hendro Kartiko
21 GK Joice Sorongan
2 DF Seiji Kaneko
3 DF Pierre Njanka
4 DF Zulchrizal Abdul Gamal
5 DF Bobby Satria
6 DF Mahadirga Lasut
13 DF Victor Simon
22 DF Ardan Aras
23 DF Hamka Hamzah
25 DF Isnan Ali
33 DF Elvis Nelson Anes
7 MF Zulham Zamrun
8 MF Nemanja Obric
11 MF Fadhil
12 MF Ali Surahman
14 MF Arif Suyono
18 MF Lee Sang Min
19 MF Ahmad Bustomi
29 MF Wijay
9 FW Marcus Bent
10 FW Jajang Mulyana
17 FW Anindito Wahyu Erminarno
24 FW Heru Nerli
26 FW Saktiawan Sinaga

PRESTASI
Galatama
Juara (3): 1980-82, 1982-83, 1987-88
Runner up (1): 1988-89
Piala Galatama
Runner up (1): 1992
2010 : Juara III Liga Tiphone dan Tim Fair Play Divisi Utama Liga Indonesia 2010/11 Promosi Ke Indonesia Super League 2011/12
2009 : Peringkat 8 Divisi Utama Liga Indonesia
2008 : 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia + 24 Besar Copa Dji Sam Soe + 8 Besar Turnamen Liga Jatim + Juara Satu Turnamen Piala Gubenur III
2007 : Empat Besar Divisi Satu Liga Indonesia (promosi ke Divisi Utama)
2006 : Peringkat 5 Divisi Satu Liga Indonesia Wilayah IV
2005 : Peringkat 6 Divisi Satu Liga Indonesia Wilayah II + 32 Besar Piala Indonesia
2004 : Peringkat 10 Divisi Satu Liga Indonesia Wilayah Timur
2003 : Tiga Besar Divisi Dua Liga Indonesia (promosi ke Divisi Satu)

PELATIH PELATIH MITRA KUKAR
Eddy Simon - Indonesia (2003)
Hernan Clavito Godoy - Chili (2004)
Solekan - Indonesia (2004)
Vata Matanu Garcia - Angola (2005)
Ivan Venkov Kolev - Bulgaria (2006)
Sukardi - Indonesia (2006)
Mustaqim - Indonesia (2007)
Jacksen Tiago - Brasil (2008)
Nus Yadera - Indonesia (2008)
Mustaqim - Indonesia (2009)
Benny Dollo - Indonesia (2010/2011)
Simon McMenemy - Inggris (2011/2012)

Profil Mitra KUkar
julukan : Barisan kukar, naga mekes
Didirikan tahun 2003
Stadion : Madya Tenggarong
Suporter : Mit-Man (mitra mania)
website resmi : Website Mitra kukar
read more

Persebaya Surabaya

Asal Usul Sejarah Persebaya Surabaya

Persatuan Sepak bola Surabaya (disingkat Persebaya) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Suporter Persebaya dikenal sebagai bonek (bondo nekat) karena kefanatikannya terhadap Persebaya.

Asal Usul Sejarah PERSEBAYA SURABAYA
Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927.
Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).
Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.

Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
 SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji.

Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.

Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo.

Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja).
Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi.
Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).

Pada akhir tahun 2010, Persebaya terpecah menjadi dua tim.
Satu tim, Persebaya di bawah Saleh Ismail Mukadar mengikuti Liga Primer Indonesia.
Persebaya yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia dengan menggunakan nama Persebaya 1927.

PT Pengelola Persebaya Indonesia didapuk menjadi pengelola konsorsium untuk PT Persebaya Indonesia.
PT Pengelola Persebaya Indonesia didirekturi oleh Llano mahardhika, seorang mantan pegawai BLI.
Walaupun akhirnya berhasil menjuarai Liga Primer Indonesia, namun manajemen PT Pengelola Persebaya tetap menimbulkan polemik karena kurangnya sosialisasi terhadap suporter, walaupun program yang dijalankan sangat bagus.

Satu tim lainnya dengan manajer Wisnu Wardhana tetap ikut Divisi Utama Liga Indonesia

Tahun 2011 berlanjut, kali ini PSSI menyatakan legal kompetisi IPL dan Divisi Utama yang dikelola oleh PT LPIS dan ilegal untuk ISL dan Divisi Utama yang dikelola oleh PT Liga Indonesia.

Walaupun IPL dinyatakan legal, kubu Saleh Mukadar tidak mengganti kembali nama Persebaya Surabaya yang sudah sangat bersejarah tersebut tapi tetap memakai nama Persebaya 1927.
yang baru timbul sejak tahun 2010 tersebut.

Sedangkan kubu Wisnu Wardhana menggunakan kembali nama Persebaya Surabaya dan tetap mengikuti Divisi Utama Liga Indonesia.
Tahun 2012, Persebaya 1927. gagal meraih Juara IPL yang saat itu direbut oleh Semen Padang FC.

Persebaya Surabaya Divisi Utama Liga Indonesia. gagal menembus kompetisi ISL 2013.
Di akhir Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2012 , Persebaya Divisi Utama melakukan rapat anggota dan mengganti Ketua Umum Persebaya dari Wishnu Wardhana ke Diar Kusuma Putra.
Sekaligus yang memayungi badan hukum Persebaya di PT Mitra Muda Inti Berlian (gabungan pengusaha-pengusaha muda asli Surabaya).

Tahun 2013, KLB PSSI tanggal 17 Maret 2013, kubu La Nyalla Mattalitti (Ketua KPSI) bersatu dengan kubu Djohar Arifin Husin (Ketua PSSI).
Djohar Arifin Husin tetap menjadi Ketua Umum PSSI dan La Nyalla Mattalitti menjadi Wakil Ketua Umum PSSI. P
SSI akhirnya memutuskan hanya mengakui Persebaya Surabaya Divisi Utama PT Liga Indonesia sebagai anggota PSSI yang sah dan tidak mengakui keberadaan. Persebaya 1927.
Dan keputusan tidak diakuinya Persebaya 1927. kembali ditegaskan pada Kongres PSSI tanggal 17 Mei 2013.

Di Divisi Utama Liga Indonesia 2013, Persebaya Surabaya akhirnya berhasil keluar menjadi Juara dan lolos ke Indonesia Super League tahun 2014.

PRESTASI YG DIRAIH PERSEBAYA SURABAYA
ERA PERSERIKATAN
 1938 – Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta
1942 – Runner-up, kalah dari Persis Solo
1950 – Juara, menang atas Persib Bandung
1951 – Juara, menang atas Persija Jakarta
1952 – Juara, menang atas Persija Jakarta
1965 – Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
1967 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1971 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1973 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1977 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1978 – Juara, menang atas PSMS Medan
1981 – Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh
1987 – Runner-up, kalah dari PSIS Semarang
1988 – Juara, menang atas Persija Jakarta
1990 – Runner-up, kalah dari Persib Bandung

 LIGA INDONESIA
1994/1995 – Posisi ke-9, Wilayah Timur
1995/1996 – Posisi ke-7, Wilayah Timur
1996/1997 – Juara, di final mengalahkan Bandung Raya
1997/1998 – dihentikan
1998/1999 – Runner-up
1999/2000 – Posisi ke-6, Wilayah Timur
2002 – Degradasi ke Divisi Satu
2003 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
2004 – Juara, mengalahkan Persija Jakarta
2005 – Mundur dalam babak 8 besar (terkena skorsing degradasi ke Divisi I)
2006 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
2007 – Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga)
2008 – Peringkat ke-4. Lolos ke ISL

LIGA SUPER INDONESIA
2009 – Degradasi ke Divisi Utama
2013 – Juara Divisi Utama, Promosi ke ISL 2014

PIALA UTAMA
1990 - Juara, menang atas Pelita Jaya

LIGA CHAMPION ASIA
1998 – Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia)
2005 – Babak pertama

PIALA PERMAI
2011 – Juara Unity Cup, Mengalahkan Kelantan FA Malaysia 4-3 (1-1 dan 3-2)

 DAFTAR PELATIH YG PERNAH MELATIH PERSEBAYA
2003 - 2005 : Jacksen F. Tiago (BRASIL)
2006 - 2007 : Freddy Mulli (Indonesia)
2007 : Gildo Rodriguez (Brasil)
2007 : Ibnu Grahan (Indonesia)
2007 - 2008 : Suhatman Imam (Indonesia)
2008 - 2009 : Freddy Mulli (Indonesia)
2009 : Arcan Lurie (Moldova)
2009 : Aji Santoso (Indonesia)
2010 : Rudi William Keltjes (Indonesia)
2011 - 2012 : Aji Santoso (Indonesia)
2012 - 2013 : Miroslav Janu ( Rep. Ceko)
2013 : Tony Ho (Indonesia)
2014 : Rahmad Darmawan (Indonesia)

BIODATA KLUB :
Nama : Persebaya surabaya
berdiri : 1927
Alamat : Surabaya
Kontak : (031) 40004545
Stadion : Gelora Bung Tomo
Suporter : Bonek
Web Resmi : www.persebaya.co.id
Fans Page Facebook resmi : Persebayasatoe
read more
Blogger Widgets
Kunai - Naruto 3